Aku Menemuinya

Hari ini (Senin 26 Februari 2018) teman-teman kelas akan  mengunjungi rumahku, sekitar 11-12 orang, mereka bilang mau ikut menyelesaikan Tugas Akhir (TA). Dan bertepatan dengan niatku hari ini, aku akan memberikan sesuatu untuk si A (gebetan). Aku tidak menemuinya disekolah hari ini. Jadi sepertinya aku harus pergi ke rumahnya untuk memberikan sesuatu. Si A belum tau kalau aku akan memberikan sesuatu kepadanya.

Hari sebelumnya aku chatting dengan temanku, sebut saja Dep. Aku meminta dia menemaniku untuk mencari tahu dimana rumah si A, dan aku bilang kepadanya aku ingin memberikan sesuatu. Diapun tidak aku beri tahu apa yang akan aku berikan untuk si A.

BTW, tadi pagi di sekolah aku kebagian Try Out UN Bahasa Indonesia sesi ke-1, dan besok adalah Try Out Matematika sesi ke-2.

Jam pulang sekolahpun tiba, sekitar jam 3. Aku sholat Ashar dulu di sekolah, dan ketika sampai dirumah, aku melihat teman-temanku sudah menunggu di halaman parkir.

Kami masuk ke Rumah, mulai beraktifitas.
Beginilah kira-kira suasana rumahku pada saat itu
Ada yang menyelesaikan Tugas Akhir, ada yang makan, ada yang main PS, haha..

Aku bingung untuk meneruskan niatku pergi ke rumah si A, aku harus membantu teman-temanku, sedangkan aku ingin pergi ke rumah si A. Mereka tidak tahu kalau hari ini atau malam ini aku akan pergi ke rumah si A (kecuali si Dep), meskipun aku dan si Dep belum tahu dimana rumah si A.

Akhirnya setelah sholat Maghrib, aku memutuskan untuk berangkat, "Dep, sekarang!"

Aku dan Dep bersiap-siap, teman-temanku, termasuk Ibu ku bertanya, "Dimas mau kemana?" aku jawab "Kesana dulu bentar". Lalu Ibuku "Kesana teh kemana?" aku jawab, "Ya kesana!" teman-temanku"Eeehhhh!"

Tadinya aku mau jujur kalau aku mau ke Rumah si A, hanya saja keadaan waktu itu membuatku harus menyembunyikannya.

Aku berangkat dengan sedikit semprotan parfum, menggunakan celana sekolah, sendal jepit Swallow, kaos dan sweeter, sambil membawa selembaran amplop berwarna coklat.

Aku pamitan kepada teman-temanku, "Urang kesana dulu ya bentar! Tungguin dulu disini." Temanku "Kemana Mas? Ka rumah si A nya?". Ada temanku yang sudah bisa mengira ternyata. "Do'ain!" kataku.

Aku dan Dep pergi ke Parkiran, aku mengeluarkan motor, "Mas, ku aku weh, kamu ntar di jalan sambil PC si A, ada dirumah gak?" kata si Dep. "Sok atuh!"

Di perjalan aku nge-PC si A

Aku tidak tahu pasti dimana rumahnya, aku hanya tahu daerahnya. Setelah sampai di daerah rumahnya, kami bertanya kepada warga. Pertama kami bertanya kepada ibu-ibu yang ada di warung, kami menyebutkan alamatnya, "Oh, kelewat, itu yang ada belokan, ada warung ke kiri" Kata si Ibu.

Kami putar balik, di situ tertulis Buntu, tapi kami ikuti arahan si Ibu tersebut. Okay, sudah belok kiri mengikuti jalan, kami berhenti dulu sebentar dan mematikan motor. Lalu ada orang yang lewat, kami tanya, "A, mau tanya, kalau rumahnya A dimana?" "Oh, kirang terang" "Oh, nuhun atuh A"

Lalu kami berjalan meninggalkan motor, kembali ke arah keluar mencari orang untuk ditanya. "Dep, kayaknya tanyanya jangan si A, nama bapaknya aja. Pak Am (samaran)".

Ada bapak-bapak yang lewat, kami bertanya kembali. "Pak, mau tanya, kalau rumahnya Pak Am dimana ya?" "Pak Am?" Bapak itu kebingungan, lalu aku menyebutkan nama lengkapnya "Pak Am Hus (samaran)". "Ooh, Pak Hus?" "Iyah" "Disini, adek disini lurus terus sampe mentok, ntar ke kiri kira-kira 1, 2, 3 rumah lah. di sekitar situ." "Okay, makasih banyak Pak!" "Yah, motornya pindahin aja kesini biar lebih deket." "Iyah pak. Makasih!"

Kami berjalan mengikuti arahan si Bapak tadi, dan kami sampai di tujuan, hanya saja kami belum tau yang mana, lalu aku chat si A, "Keluar bentar" Kami menunggu beberapa menit, belum ada balasan, jadinya kami ngobrol-ngobrol dulu di depan sebuah rumah.

Lalu ada warga yang lewat lagi, kami bertanya kembali, "A, mau tanya, kalau rumahnya Pak Hus dimana ya?" "Disini," tiba-tiba si Aa tersebut membuka sebuah pintu dan berteriak memanggil Pak Am Hus "Bu, ai si Bapak aya? itu aya nu milarian", aku jadi salting, "Kok jadi ke Bapaknya" aku ngomong ke si Dep. Berarti dari tadi kita ngobrol di depan rumahnya.

Aku gatau siapa si Aa tersebut. Lalu keluarlah Ibu-ibu, aku gatau itu Ibu atau siapanya si A. "Oh, aya peryogi naon?" "Enggak Bu, mau ke A, A nya ada?" Ketika aku menyebut namanya, aku sudah melihat keberadaan si A, dia keluar penasaran. "Ada bentar" Lalu si ibu berteriak "A ai maneh itu baturan!" Lalu si A berjalan keluar "Siapa?" "Ihh, Dimass? Bentar!" si A terlihat kaget. Dia kembali ke dalam untuk mengenakan jaket, aku tidak melihat begitu jelas dia menggunakan baju apa, karena agak gelap (daster kalau gak salah).

Dia berjalan keluar dan akhirnya Aku Menemuinya,

A: "Dimas, aku lagi ngegambar barusan" dengan wajah yang masih gak percaya dan sedikit senyuman.

Aku: "Ini ada kiriman" (Aku memberikan amplop berwarna coklat)

A: "Dari siapa?"

Aku: "Liat aja ntar"

A: "Kamu mau sekalian ngambil koper?"

Aku: "Susah bawanya, ntar aja, aku pake motor boncengan sama temen."

A: "Mau masuk dulu?"

Aku menatap ke arah Dep, lalu mengembalikan tatapan kepada si A "Ntar aja, udah malem"

A: "Ini teh apa isinya, Dimas?"

Aku: "Liat aja ntar, besok TO matematika kan? Bising kamu butuh!"

A: "Oiya?"

Aku: "Yaudah, aku pulang dulu ya!"

Aku dan Dep berjalan menuju motor meninggalkan si A. Sesampainya dirumah, aku melihat teman-temanku masih dirumah mereka menyambut kedatanganku, aku datang dengan wajah ceria.

Aku merasa senang, karena aku bisa langsung curhat kepada mereka. Aku mengecek HP dan dia nge-chat.

Sebenarnya aku cuman ngasih Kunci Jawaban Matematika buat besok Try Out, hehe.

Besoknya kira-kira pas sholat Duha di sekolah, dia ngobrol dengan si S (temen kelas aku, dan temennya si A juga)

Si S ngomong ke aku.

S: "Mas, ai kamu!"

Aku: "Apa?"

S: "Itu si A nanyain, kenapa si Dimas tau rumah aku?"

Aku: "Harusnya itu pertanyaan buat aku!"

S: "Iyah kata akuteh gatau, tanyain weh ke si Dimas!"

Aku: "(smile)"

S: "Ai itu kamu dapet file contekannya dari mana?"

Aku: "Ada weh, kenapa kamu tau?"

S: "Itu tadi si A ngeliatin ke aku, dibawa da' tadi"

Aku: "Ngobrolnya pas kapan?"

S: "Tadi pas sholat Duha"

S: "Ai kamu kenapa bisa tau rumah si A?"

Aku: "Tanya-tanya sama warga"

S: "Nanyanya gimana?"

Aku: "Aku tanya nama bapaknya, da aku sebut nama si A gak tau, yaudaweh"

S: "Pak RW"

Aku: "Bapaknya pak RW?"

S: "Iyah"

Yaudalah, pokonya hari itu aku bahagia, terima kasih sudah membaca!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Jatuh Cinta